Proses Sandblasting

Saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi ketika benda yang berbahan dasar besi mengalami korosi atau berkarat. Hal tersebut dikarenakan, karat dapat dihilangkan dengan mudah dengan cara Sandblasting.

Selain menghilangkan karat, Sandblasting juga dapat menghilangkan cat, garam, oli dan lain-lain yang menempel pada permukaan benda.

Pengertian Sandblasting

Mungkin sebagian orang belum pernah mendengar istilah Sandblasting. Sandblasting adalah sebuah penyemprotan dengan tekanan yang sangat tinggi pada permukaan benda yang berbahan dasar besi atau metal. Dalam penyemprotan tersebut terdapat material yang bernama pasir silica.

Selain dapat menghilangkan karat, cat, oli dan garam pada permukaan benda berbahan dasar besi atau metal, Sandblasting juga dapat membuat profile atau kekasaran. Perlu diketahui bahwa profile atau kekasaran tersebut bertujuan agar cat yang dibubuhkan pada suatu benda dapat melekat dengan sempurna.


Proses dalam Sandblasting

Karat memang sangat susah untuk dihilangkan, namun dengan adanya Sandblasting, benda yang berkarat akan menjadi bersih dan terbebas dari karat.

Berikut proses-prosesnya:

1. Membersihkan Area Sandblasting

Sebelum melakukan Sandblasting, pastikan area Sandblasting ini bersih dan steril dari benda-benda yang berhubungan dengan operasi. benda-benda tersebut misalnya saja obeng, rantai, kunci-kunci, amplas, bor, gurinda dan sebagainya.

Letakkan benda-benda tersebut pada tempat yang semestinya. Selain itu, di tempat tersebut juga harus steril dari orang-orang.

Area yang harus dipersiapkan untuk melakukan Sandblasting ini adalah 3X3 meter. Hal tersebut bertujuan agar debu-debu yang berterbangan tidak mengganggu orang-orang yang berada disekitar area Sandblasting.

Jadi nantinya, yang berada pada area Sandblasting hanyalah sang operator Sandblasting saja.

2. Menyiapkan Alat-Alat Sandblasting

Proses dalam Sandblasting yang selanjutnya adalah menyiapkan alat-alat untuk Sandblasting. Alat-alat yang harus dipersiapkan untuk Sandblasting adalah bak pasir, selang, nozel dan kompresor.

Sebelum melakukan Sanblasting, sang operator juga harus menyiapkan helm dan pakaian yang menutupi seluruh badan. Hal tersebut bertujuan agar badan terlindungi dari debu-debu yang dihasilkan saat proses Sandblasting.

3. Memasukkan Pasir

Sebelum melakukan Sandblasting, sang operator harus memasukkan pasir terlebih dahulu ke dalam bak pasir. Pasir yang biasa digunakan dalam proses Sandblasting adalah pasir silica atau pasir kuarsa. Pasir yang dimasukjan dalam bak pasir hanya 80% saja. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan ruang vakum udara.

Jika pasir sudah berkurang dan sisa 40%, isilah kembali bak pasir tersebut dengan pasir silica. Pasir dalam bak pasir tersebut tidak boleh habis hingga 0%. Hal tersebut dikarenakan, mesin akan rusak jika digunakan tanpa adanya pasir.

Perlu diketahui bahwa mesin juga nantinya akan cepat rusak jika terdapat pasir yang terlalu sedikit. Jika pasir sudah dimasukkan dalam bak pasir, maka katup bak pasir harus dibuka.

Perlu diketahui bahwa katup itulah yang menjadi jalan keluar pasir saat diberi tekanan udara yang kuat dari nozel.

4. Menyalakan Mesin Kompresor

Perlu diketahui bahwa mesin yang digunakan dalam proses Sandblasting adalah mesin kompresor listrik. Sumber energy yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin Sandblasting ini berasal dari generator listrik.

Selain itu, proses dalam Sandblasting yang satu ini juga dapat menggunakan listrik PLN.

5. Penyemprotan Pasir Ke Permukaan Benda

Pasir nantinya akan keluar melewati nozel dan disemprotkan dengan tekanan yang sangat tinggi. saat memegang selang, sang operator harus hat-hati.

Hal tersebut dikarenakan tekanan yang tinggi dapat mengakibatkan recoil atau hentakkan yang kuat. Jadi jika tidak hati-hati saat memegang selang, selang nantinya akan melompat dan berputar-putar.

Perlu diketahui bahwa tekanan pada Sandblasting akan berkurang tergantung dengan panjangnya selang. semakin pendek selang, maka tekanan yang diberikan akan semakin kuat. Jadi panjang pendeknya selang sangat berpengaruh terhadap tekanan yang diberikan saat proses Sandblasting.

6. Penggunaan Nozel Harus Benar

Perlu diketahui bahwa penggunaan nozel tidak boleh terlalu dekat atau terlalu jauh dengan permukaan benda yang akan dibersihkan.

Apabila nozel terlalu dekat dengan permukaan benda, maka akan ada banyak debu yang dihasilkan. Sedangkan nozel yang penggunaannya terlalu jauh dengan permukaan benda yang dibersihkan, maka efek penyemprotan pasir tidak akan bekerja secara maksimal.

7. Pengikisan Permukaan Benda

Permukaan benda yang sudah melalui proses Sandblasting akan mengikis. Perlu diketahui bahwa pengikisan tersebut akan menimbulkan tekstur yang kasar pada permukaan benda.

Pengikisan tersebut nantinya akan sangat berpengaruh terhadap proses pengecatan. Tekstur yang kasar nantinya juga dapat dihaluskan dengan menggunakan alat yang bernama gerinda.

8. Penyemprotan Udara

Proses dalam Sandblasting yang terakhir adalah penyemprotan udara bertekanan pada permukaan benda yang sudah melalui proses Sandblasting.

Penyemprotan udara tersebut bertujuan untuk membersihkan debu-debu yang masih menempel pada permukaan benda yang sudah melalui proses Sandblasting.


Itu tadi merupakan beberapa penjelasan tentang pengertian Sandblasting dan proses dalam Sandblasting.

Proses Sandblasting biasa diaplikasikan pada tiang-tiang pancang, rangka mobil, bodi mobil, bodi kapal dan lain-lain. Benda yang sudah berkarat akan bersih dan bebas karat dengan adanya proses Sandblasting ini.

Leave a Comment